468x60bannerad

Wednesday, December 16, 2015

Desktop Projects: Graphic-Shows #Aikon #2

Channel: Zhirotheque Javanica.


About "Dome"


About "Paper"


About "Cinema"


About "Art Deco"

Kerumitan gaya klasik yang kerap dijumpai pada ornamen langit-langit kubah, berubah menjadi gaya yang terkenal dengan nama art nouveau. gaya yang banyak menampilkan rangkaian sulur dan unsur organik. Kejayaan art nouveau berlangsung sampai meletusnya Revolusi Industri di Eropa. Masyarakat pun mencari bentuk baru, mengekspresikan seni secara lebih sederhana, sesuai semangat perubahan.

Sebelum pecah perang dunia kedua, dunia mengenal aliran baru, art deco. Istilah art deco sendiri muncul pertama kali pada The International Exhibition of Decorative and Industrial Art di Paris tahun 1925. Dengan begitu, art deco menjadi aliran pertama yang lahir di abad duapuluh.

Tidak seperti art nouveau yang menyisakan kerumitan gaya klasik, art deco tampil sepenuhnya dengan kesederhanaan garis. gaya ini pun segera menjadi simbol semangat modern, anti sejarah dan dan keluwesan menjawab tuntutan produksi massal. Memadukan fungsi dengan ekspresi dan menampilkannya sebagai kesatuan yang utuh.

Dari Eropa art deco diperkenalkan ke Indonesia awal abad keduapuluh. Karya-karyanya mewarnai kota-kota seperti Jakarta, Bandung dan Bogor. Masyarakat Indonesia sendiri sebenarnya tidak asing dengan aliran ini. Seni ukir Madura, Sumba, Kalimantan dan Asmat, sering menampilkan garis geometris dengan pola pengulangan yang merupakan ciri kuat art deco.

Saat ini, ketika masyarakat merindukan kembali kesederhanaan bentuk, art deco kembali dilirik. Berbagai rancangan bangunan kembali menampilkannya. Art deco nampaknya kembali dan ia akan menjadi gaya yang digemari.

Tuesday, December 15, 2015

Desktop-Projects: Graphic-Shows #Aikon #1

Channel: Zhirotheque Javanica.


About "Performing Arts'


About "Revitalization"


About "Sails"

Tanpa bantuan layar, para nelayan mungkin tak akan pernah sampai ke tengah lautan. Bahkan seorang Columbus pun tak akan pernah sampai ke benua Amerika.

Sebagai bagian penting dari perahu, layar telah dikenal sejak bangsa Mesir menggunakannya untuk menambah laju perahu batang papyrus. Dari sebentuk perahu, bangsa Mesir mengembangkan teknologi pembuatan kapal. Kapal yang pertama dibuat untuk mengantar arwah Firaun Cheops untuk menuju surga. Raja yang membangun piramid Giza yang hidup pada tahun 2600 sebelum Masehi. sejak itu, bangsa Mesir mengandalkan kemampuan kapal-kapal mereka. Terutama untuk urusan perniagaan di sepanjang sungai Nil.

Namun bangsa Mesir bukanlah satu-satunya perancang kapal di kawasan Mediterrania. Sebuah presto peninggalan tahun 1500 sebelum Masehi, memperlihatkan kapal laut Minoan berlayar di lautan. Raja-raja Minoan bahkan dianggap sebagai pencetus lahirnya angkatan laut.

Sebelum bangsa Yunani merajai lautan, bangsa Fenisia-lah penguasa perairan Mediterrania, 3 sampai 400 tahun selama abad perunggu.Mereka menggunakan timah serta tembaga pada bagian-bagian kapal mereka. Setelah kejayaan Fenisia berlalu, bangsa Yunani mencapai kemajuan penting, baik dalam desain maupun konstruksi kapal. Salah satu yang sangat terkenal adalah The Trireme yang dibuat abad ke-6 Masehi. Kapal sepanjang 39,6 meter ini turut ambil bagian dalam perang Salamis di tahun 480 Masehi.

Menyusuri sejarah layar, akan membawa kita pada bangsa Viking, pengarung samudra dari Skandinavia. Juga Nightingale yang merupakan kapal layar tercepat. Serta Pusen, kapal layar terbesar yang pernah dibuat manusia.

Ketika kecepatan menjadi tuntutan, layarpun harus digulung. Tenaga uap telah menggantikannya.Sejak 1850, kapal uap menggusur posisi kapal layar. Namun layar tidak benar-benar tergulung. Hingga kini, layar masih memegang peran dalam dunia pelayaran. Setidaknya ia tetap merupakan sahabat sejati para pelaut dan tetap setia menyinggahi satu pulau ke pulau lainnya.



About "Kites"

Pernahkah anda menikmati asiknya bermain layangan? Sesungguhnya keasikan bermain layangan ini telah dirasakan manusia sejak 300-400 tahun sebelum Masehi. Sejarah layangan memang sepanjang uluran benang di angkasa.

Di daratan China diyakini bahwa jenderal Han Sin lah yang menciptakan layangan pada tahun 206 sebelum Masehi untuk kebutuhan perang. Kemudian tahun 196 Masehi tercatat bahwa layangan digunakan pula untuk mengukur jarak antara pasukan penyerang dan tembok pertahanan musuh. Sebagai peralatan perang, malah ada kisah yang menyebutkan ada seorang jenderal bernama Mah Hwan Teng mengunakan layang-layang besar menyeramkan untuk menakuti pasukan Liu Fang musuhnya.

Dalam kebudayaan China, layangan memang punya banyak peran. Begitu pentingnya benda ini sampai dibuat hari layangan. Perayaan yang dilaksanakan setiap hari kesembilan di bulan kesembilan ini bertujuan untuk menghalau bala. Orang China percaya bahwa warna-warni layangan dapat mengusir setan yang selalu mengganggu.

Dari daratan China, layangan melayang sampai ke Jepang bersamaaan dengan penyebaran agama Buddha pada masa pemerintahan Kaisar Henan. Layangan mulai menghiasi langit negeri Sakura. Kemudian layangan pun terbang sampai benua Amerika. Disini layangan tidak hanya untuk bermain, tapi turut ambil bagian dalam ilmu teknologi. Dengan layangan, Ilmuwan Benyamin Franklin membuktikan bahwa petir memiliki muatan listrik. Diperkirakan sejak itulah layangan segi empat mulai populer.

Di indonesia sendiri, tidak ada catatan pasti kapan layangan mulai dikenal. Yang jelas, layangan sangat akrab sebagai permainan di berbagai daerah. Bahkan di Bali, layangan yang disebut ‘janggan’ begitu dikenal sampai ke pelosok desa. Ada lagi layangan ‘goang’ dari Nusa Tenggara Barat, layangan ‘geulayang’ dari Aceh, serta layangan aduan yang sangat sering dimainkan saat musim angin besar.

Awalnya layangan memang terbuat dari kertas. Namun seiring perkembangan teknologi, bahan sejenis parasut yang disebut ‘ripstock’ semakin banyak digunakan. Dengan bahan-bahan ini muncullah layang-layang jenis baru, seperti ‘sunkite’ dan ‘tribike’ yang mampu melakukan beragam manuver di udara. Layangan jenis ‘revolution’, bahkan mampu diterbangkan di ruangan tertutup. Sejarah layangan memang sepanjang benang diulur ke angkasa, melayang mengarungi rentang waktu ratusan tahun.

Powered by Blogger.
Copyright © Short Video Projects - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.